Showing posts with label keuangan keluarga. Show all posts
Showing posts with label keuangan keluarga. Show all posts

Seminar Money Money Money

Beberapa minggu lalu, saya sempat didaulat untuk menjadi moderator seminar Keuangan yang diadakan oleh BOSS Family, organisasi induk jaringan bisnis online saya bernaung.

Mengelola keuangan sama hal-nya dengan bermimpi dalam bisnis. Karena kita harus tau TUJUAN kita berinvestasi/menabung itu apa?
Dengan memiliki tujuan yang jelas, iALLAH arah investasi menjadi lebih jelas.

Setelah tau tujuan berinvestasi, selanjut kita MELAKUKAN PENGECEKAN daftar kekayaan, asset, modal, hutang, pengeluaran, pemasukan... semua yang berkaitan dengan elemen keuangan.
Dua hal di atas sangat penting, agar kita tau kondisi keuangan kita.

Selanjutnya mempersiapkan DANA DARURAT
Besarannya tiap individu dan keluarga sangat bervariasi, tapi... patokannya kira-kira begini.

StatusPersiapan Dana Darurat
single2 x
Married with 1 child3 x
Married with 2 children4 x

Artinya Jika A seorang single, harus mempersiapkan dana darurat sebesar 2x pengeluaran bulanan.

Setelah Dana  Darurat telah dipersiapkan, selanjutnya baru kita bisa mulai menabung.

Menabung/Berinvestasi
Selalu persiapakan program proteksi. Miliki setidaknya 1buah polis Asuransi jiwa Murni (term life ataupun whole life, tergantung kondisi keuangan Anda)

Pilih instrumen investasi yang dapat mengalahkan laju inflasi, seperti reksadana, emas, dan property/tanah

Pilih instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan.

pembicara: Fauziah Arsiyanti, SE, MM, Dipl.FP

Menghindari Kesalahan Terbesar Keuangan Perempuan

Kesalahan Keuangan #1
Menganggap gaji tidak cukup untuk ditabung
Menurut Kathy Kristof dalam bukunya Investing 101, semua orang punya sejumlah uang untuk ditabung, kecuali jika Anda hidup di bawah garis kemiskinan.
Solusi
Catat pengeluaran harian ANda selama satu bulan untuk mengetahui ke mana perginya uang Anda. Lalu cari cara untuk membelanjakan kurang dari jumlah tertentu, misalnya engurangi pengeluaran Rp30.000,00 per hari. Sesudah jumlah penghematan mencapai Rp1.000.000,00 masukkan ke dalam rekening tabungan.

Kesalahan Keuangan #2
Punya tujuan finasial tapi tak punya rencana implementasi
Jika Anda ingin menurunkan berat badan 5kg, Anda tidak sekedar mengharap saja, tapi harus menjalan program diet. Begitu juga halnya jika Anda ingin punya tabungan dalam jumlah tertentu di usia 65 tahun. Anda HARUS menjalankan program untuk mewujudkannya.
Solusi
Jika membuat program terlalu rumit untuk Anda, coba minta bantuan dari luar. BIcara dnegan teman atau keluarga yang Anda hormati dan bisa mengelola uang secara baik. Atau bicara dengan seorang perencana keuangan.

Kesalahan Keuangan #3
Menganggap sudah terlalu terlambat untuk mulai menabung
Tak ada kata terlambat untuk menabung, apakah umur Anda 30, 45, atau bahkan 60 tahun.
Menurut Rennie Gabriel dalam buku Wealth on Any Income, satu-satunya waktu terlalu terlambat untuk menabung adalah sesudah meninggal.
Solusi
Jika Anda menabung mulai dari sekarang, Anda akan punya uang jika mendadak perlu uang. Jika ada pengeluaran uang tak terduga, Anda tak perlu meminjam uang, yang berarti terhindar dari berhutang dan membayar bunga.

Kesalahan Keuangan #4
Meminjamkan uang kepada kerabat atau teman
Sering terjadi, kerabat atau teman meminjam, dan tidak bisa membayar hutang mereka.
Solusi
Pinjamkan uang hanya jika Anda siap untuk menuliskannya sebagai hadiah. Anda bisa menetapkan aturan pembayaran, tapi intinya adalah perlu disadari, bahwa sebagian besar uang yang dipinjamkan kepada teman atau keluarga tak bisa dibayar.

Kesalahan Keuangan #5
Belanja berlebihan untuk anak karena merasa bersalah
Sebagian ibu mudah tergoda untuk membelikan barang-barang bagus untuk anaknya. Atau mendaftarkan anak mengikuti aktivitas tertentu. Padahal keinginan anak tak ada habisnya.
Solusi
Jika Anda melakukan hal yang, hentikan dan kaji ulang prioritas Anda. Apakah Anda benar-benar yakin, anak Anda akan menganggap Anda orang tua yang lebih baik karena Anda membelikan banyak mainan untuknya? Apakah Anda ingin memberikan contoh tanggungjawab keuangan seperti ini kepada anak Anda? Sebelum mengatakan YA untuk setiap permintaan anak Anda, coba lakukan hal ini: luangkan waktu untuk menemani anak Anda ketimbang uang. Kasih sayang yang Anda berikan kepadanya jauh lebih berharga dari sepatu olahraga yang mahal.

Kesalahan Keuangan #6
Hanya membayar tagihan minimum untuk kartu kredit
Jika Anda membayar tagihan minimum Rp200.000,00 untuk tagihan kartu kredit sebesar Rp2.000.000,00 dengan bunga 3,25% per bulan, artinya dalam setahun bunga yang Anda bayarkan sebesar 39%. Hampir separuh dari hutang Anda sebenarnya.
Solusi
Selalu bayar lunas hutang kartu kredit Anda. Atau usahakan selalu membayar lebih besar daripada limit pembayaran minimum. Dan JANGAN gunakan kartu kredit ANda untuk hal yang tidak penting.

Kesalahan Keuangan #7
Berhutang dengan kartu kredit
Adanya kartu kredit membuat banyak orang yang hidup lebih besar pasak darpda tiang. Atau membeli sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dengan berhutang pada kartu kredit
Solusi
Kali berikut Anda ingin membeli sesuatu dengan kartu kredit, tanyakan kembali pada diri Anda apakah Anda benar-benar membutuhkan hal tersebut? Atau EGO Anda yang membutuh benda tersebut?

Kesalahan Keuangan #8
Belanja untuk menyenangkan hati
Menurut survei yang dilakukan oleh myvesta.org 17% responden menggunakan uang untuk meningkatkan self-esteem, 16% belanja untuk meredakan stress, dan 40% merasa perasaannya berubah sesudah belanja.
Solusi
Temukan hal lain untuk meredakan stress. Cari aktivitas pengganti, misalnya bermain dengan anak Anda. Meningkatkan frekuensi berolahraga, atau berkumpul dengan teman.

sumber: Aura XII/27 dimodifikasi oleh Dea Haryono

Kiat Mengurangi Pengeluaran

Jika Anda ingin mengurangi pengeluaran, coba strategi berikut.

Fokus pada barang kecil terlebih dulu
Saat membeli barang mahal, kita cenderung mengambil banyak benda yang lebih kecil bersamanya. JIka dibeli tersendiri ANda mungkin berpikir lama sebelum memutuskan membelinya. Kalau dijumlah, Anda harus mengeluarkan cukup banyak uang. Jadi, pilih barang-barang yang lebih kecil terlebih dulu. Sesudah itu baru beli yang besar.
Sebagai contoh, beli software, mousepad, dan pernak-pernik lainnya. Sesudah itu baru beli komputer.

Jangan beli terlalu banyak sekaligus. JIka beli terlalu banyak, Anda tidak memperhatikan apa yang Anda dapatkan. Semua barang tampak tidak bermakna.

Jangan beli di toko diskon di mana Anda belum pernah belanja dengan harga penuh

Sebelum membayar, kaji setiap barang yang Anda beli dengan mata skeptis. Jangan membeli apapun yang Anda tak yakin ingin dan dapat Anda gunakan. Teruatam dengan baju. Tanya pada diri sendiri, 'Apakah saya ingin memakainya besok?' Kadang, Anda mungkin mengambil sesuatu karena merasa bisa memakainya, padahal sebenarnya Anda tak suka. JIka Anda tak suka, Anda pasti tak akan memakainya sebesar apapun kegunaannya.

Jangan bilang kepada diri sendiri, "Saya selalu bisa mengembalikannya," tapi ingatkan diri Anda, "Saya bisa kembali lagi untuk beli jika saya memerlukannya."

Jangan beli apapun yang perlu ukuran khusus, kecuali jika Anda tahu ukuran yang diperlukan.

Jangan belanja sebagai kegiatan bersama teman. Anda mudah belanja lebih dari yang Anda maksudkan. Atau beli sesuatu yangs ebenarnya Anda tak perlu atau tak suka saat perhatian Anda terpecah karena bicara dnegan teman. Cai hal lain yang bisa dilakukan bersama teman. Minum kopi, jalan-jalan, atau membuat sesuatu di rumah.

Usahakan sangat skeptis dengan segala sesuatu yang sedang di sale.

Hindari toko. Jika Anda tidak ke toko, Anda tak akan belanja.

sumber: Aura XII/33

Dana Pendidikan Anak: Asuransi atau Tabungan?

Menyiapkan dana pendidikan anak terkadang tidak semudah yang dipikirkan. Dibutuhkan komitmen dari orangtua untuk disiplin menyisihkan sebagian dana dari penghasilannya. Semakin dini Anda memutuskan untuk ikut program dana pendidikan anak, semakin maksimal dana yang terkumpul.

Ada dua jenis pilihan wahana finansial yang bisa dipilih oleh orangtua untuk mencapai target biaya yang dibutuhkan, yaitu tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan.

Asuransi pendidikan biasanya memberikan dua fungsi yaitu fungsi proteksi (melindungi) dan fungsi investasi. Produk ini memberi fungsi proteksi dengan menanggung resiko kematian atas diri Anda dengan jumlah pertanggungan sesuai dengan biaya pendidikan anak yang sudah disepakati dalam polis.

Sedangkan fungsi investasinya adalah mengelola dan menginvestasikan sebagian premi yang telah Anda bayarkan. Nantinya perusahaan asuransi akan memberikan sejumlah dana sebesar yang sudah disepakati dalam polis dan dibayarkan pada saat anak akan masuk sekolah.

Menurut Head of Business Development AXA-Life, Priyadi Setiawan, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan mengikuti asuransi pendidikan, antara lain :

1. Besarnya target dana pendidikan dan kapan dana itu akan diperlukan.
2. Risiko apa saja yang akan diproteksi dengan asuransi ini, misalnya kematian, kecelakaan, sakit, cacat, dan sebagainya.
3. Dengan asumsi bunga yang didapat melalui polis, berapa premi yang harus dibayar dan apakah jumlah tersebut terjangkau.
4. Reputasi dan kinerja perusahaan asuransi yang akan dipilih.
5. Kredibilitas dan profesionalitas agen penjual (jangan sampai Anda diberi informasi yang tidak benar).

Selain asuransi pendidikan, kini banyak bank yang menawarkan program tabungan pendidikan yang hampir mirip dengan asuransi pendidikan. Berbeda dengan tabungan biasa, Anda harus menabung sejumlah uang tertentu secara rutin dihitung dari dana yang Anda targetkan. Beberapa jenis tabungan pendidikan kini juga memiliki unsur proteksi, seperti halnya asuransi.

Dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, sebaiknya Anda memilih wahana finansial untuk pendidikan sesuai dengan skala prioritas dan penghasilan Anda. Semakin penting pendidikan anak untuk Anda, maka semakin besar Anda perlu menyiapkan diri untuk menabung untuk dana pendidikan

Secara umum sebaiknya pembagian persentase tabungan rutin sebagai berikut 5% untuk simpanan arus kas (financial buffer), 10% untuk tabungan jangka panjang termasuk dana pendidikan (menggunakan wahana berisiko rendah), 5% untuk investasi jangka panjang (menggunakan wahana berisiko sedang-tinggi). Jadi Total tabungan rutin sebesar 20% dari penghasilan.

Penulis: Anna
sumber: Kompas Cyber Media

Tips Membeli Perlengkapan Mandi


Kapan Anda harus membeli barang yang masuk ke dalam kategori toiletries, dalam jumlah yang besar? Bagi sebagian orang, toiletries seperti sabun mandi, shampo, pasta gigi, dan sabun cuci merupakan barang-barang yang bisa dibeli tanpa harus khawatir soal tanggal kadaluarsanya.

Jadi, jika barang-barang itu tak segera dipakai, ya tidak masalah. Itulah sebabnya, banyak orang lebih menyukai membeli toiletries dalam jumlah besar sekaligus untuk dipergunakan selama seminggu, bahkan sebulan ke depan. Akan tetapi, tepatkah cara belanja seperti ini?

Keluarga Banyak. Secara umum, bagi yang memiliki anggota keluarga banyak membeli toiletries dalam jumlah banyak bisa dianggap suatu keharusan. Sebab, ketika ada barang yang habis dan jumlah yang dibutuhkan cukup banyak, mereka tak perlu repot mendapatkannya. Namun, ketika persedian toiletries masih banyak tersimpan, anggota keluarga cenderung akan jadi boros. Sebab, mereka cenderung akan memakai beberapa jenis toiletries sekaligus di waktu bersamaan untuk masing- masing anggota keluarga. Padahal, satu barang saja bisa dipakai bersama-sama.

Jadwal Padat. Bagaimana bagi yang memiliki anggota keluarga banyak tapi jadwal kerjanya padat, sementara ia tinggal di kompleks perumahan yang tak dilengkapi warung, at au domisilinya cukup jauh dari supermarket atau hypermarket? Bagi yang mengalami hal ini, pilihannya jelas: harus membeli toiletries dalam jumlah banyak. Tapi ada syaratnya! Sebisa mungkin, carilah produk yang bisa dipakai bersama-sama. Misalnya, sabun mandi cair yang aromanya disukai seluruh anggota keluarga.

Keluarga Kecil. Apakah keluarga kecil harus membeli toiletries dalam jumlah sedikit? Secara umum, cara inilah yang harus dilakukan. Tetapi, bagi keluarga kecil yang ayah dan ibunya juga sama sibuknya, cara ini kerap menjadi pilihan yang kurang bijak. Mereka bahkan harus memastikan, toiletries harus siap tersedia kapan pun dibutuhkan, untuk menunjang keseharian mereka. Jadi, keluarga kecil pun bisa saja membelinya dalam jumlah banyak.

Siapa yang Bekerja? Jika memiliki keluarga kecil tapi hanya salah satu pasangan saja, suami atau istri, yang bekerja, sebaiknya membeli toiletries dalam jumlah sedikit atau mengecer. Di supermarket atau minimarket yang kini semakin mudah dijangkau, produk-produk toiletries pun tersedia pada display yang enak dipandang. Dengan keleluasan waktu yang ada, ibu rumah tangga bisa menggunakan kesempatan ini, sambil mencoba beberapa tipe produk atau aroma baru dari toiletries yang dibutuhkan keluarganya.

sumber: Tabloid Nova

Andapun dapat menjadi penggunaan toiletries ini sebagai sumber penghasilan Anda. Untuk mengetahui caranya, silahkan klik di sini.

MAHALNYA GENGSI, CAPEKNYA NGUTANG….

Baru saja saya ber-hai hai dengan seorang sahabat yang telah lama tidak saya hubungi….biasa lah, ibu-ibu ngerumpi…..anak-anak sekolah, yang bayi tidur, ya apa lagi? Ya kita cari rumpian lah…hehehe…kadang dari rumpian kan juga ada manfaatnya. Sering juga kita dapat peluang bisnis, atau pengembangan diri….
Cerita bergulir ke achievement ekonomi….ada satu ceritanya yang membuat saya berfikir keras…

Sahabat saya ini punya kakak, yang baru saja membangun rumah. Dia cerita, rumahnya bagus sekali….keramik kelas satu, kloset kelas wahid (plis deh, buat buang kotoran aja perlu duit di atas 5 juta?), pokoknya oke banget deh! Tadinya saya pikir, wuah, si kakak dapet duren jatuh! Dapet proyek dengan fee berapa M sampe bisa bikin rumah segitu canggihnya? Hebat bener….

Lalu, si kakak akhirnya mengeluh sama sahabat saya ini,” Aduh, pusingnya….aku nggak pernah loh, se-berharap ini sama tanggal 1…” ternyata eh ternyata, si kakak ngutang sama beberapa bank, yang kalo ditotal mencapai angka 500 juta!!! Padahal juga, si kakak hanya pegawai, bukan wiraswasta yg punya kemungkinan dapet proyek besar. Dan menurut perkiraan sih, paling si kakak dapet gaji sekitar 15-20 juta sebulan (berdua suami)…

Rusak deh hidup!! Bayangin aja, mestinya bisa hidup nyaman, sekarang tiap hari ngejar duit dengan semangat demi gajian tanggal 1, yang setelah itu harus langsung disetor untuk bayar utang. Kalo untuk biaya hidup perlu uang sekitar 5-10 juta/ sebulan, paling banter bayar utang sebulan 10 juta. Berarti perlu 50 bulan untuk bayar utang (ini baru perkiraan dari pokok pinjaman, yang tanpa melibatkan bunga). Berarti perlu 5 tahun untuk menyelesaikan kewajiban. Berarti perlu menahan capek, bĂȘte, suntuk, kesel sampe 5 tahun. Gimana gak rusak hidup?

Mikir2, kalo uang ditaruh di reksadana, dalam kondisi normal tanpa krisis keuangan, tanpa gonjang-ganjing politik, dengan estimasi return per tahun 60 %, maka dengan modal 100 juta, 5 tahun lagi bisa dapet 1 M. Enak kali ya? Berarti, kalo inflasi per tahun sekitar 8%, maka andai kita membangun rumah 5 tahun lagi, maka modal yg diperlukan memang bukan hanya 500 juta, tapi ‘hanya’ sekitar 700 jutaan. Yah, masih lebih 300 juta kok, dari tabungan kita yang modalnya hanya 100 juta….harga yang harus dibayar? Kalah gengsi selama 5 tahun!! Juga harus rela dicap orang ‘gagal berkarier’ selama 5 tahun, dengan imbalan ketenangan hidup dan keamanan finansial dalam jangka panjang

Nah, kalo dihadapkan pada 2 pilihan tadi, anda pilih memenangkan gengsi atau ketenangan hidup?

Perhitungan Tarif Listrik Baru

Adakah cara menyiasatinya?

oleh: Alois Wisnuhardana


Pemakaian listrik akan menggunakan penghitungan tarif cara baru. Ada istilah insentif dan disinsentif (denda). Untuk sebagian pelanggan, penghitungan cara baru ini barangkali akan sedikit memusingkan; yang bisa dipastikan akan bermuara pada keluh kesah dan umpat.

Selama ini, tarif listrik untuk pengguna rumah tangga dibagi menurut beberapa golongan dengan kode awalan R. Terendah adalah Rl dengan daya 450 VA. Untuk golongan R1 ada daya 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA. Golongan R2 dimulai dengan 3.500 VA, 4.400 VA, dan 6.600 VA, hinga R3 terbesar adalah 95.000 VA. Penggolongan yang mirip juga dilakukan pada golongan bisnis.

Dari daya yang ditawarkan itu, pemerintah (dalam hal ini PLN) melalui keputusan terbaru yang akan diterapkan pada bulan April 2008 mendatang, membuat batas maksimum pemakaian untuk sebuah rumah tangga. Tabel di bawah memperlihatkan rata-rata pemakaian listrik nasional untuk setiap golongan dan batas maksimum pemakaian listrik (dalam KWh) untuk setiap jenis pelanggan. Batas maksimal pemakaian untuk pelanggan pemerintah tidak dimasukkan dalam tabel ini karena tidak relevan.

Peraturan baru menyebutkan, Anda akan mendapatkan insentif bila pemakaian listrik kurang dari 80% rata-rata pemakaian secara nasional dan akan mendapatkan denda (bahasa halusnya disinsentif) bila pemakaiannya melebihi 80% dari rata-rata nasional. jadi, dengan berpegangan pada tabel tadi, Anda akan mendapatkan insentif pembayaran listrik bila pemakaian setiap bulannya tidak melebihi kolom paling kanan dari tabel tersebut.

Gol TarifRata-rata NasionalBatas Maks
R(umah)1 1-450 VA 75 kWh60 kWh
R1-daya 900 VA115 kWh92 kWh
R1-daya 1300 VA197 kWh158 kWh
R1-daya 2200 VA354 kWh283 kWh
R2-daya 3500 VA-445 kWh
R2-daya 2201-6600 VA159 jam menyala127 jam menyala
R3-daya 6601-197ribu VA122 jam menyala98 jam menyala
B(isnis)1 -450 VA70 kWh56 kWh
B1-daya 900 VA131 kWh105 kWh
B1-daya 1300 VA187 kWh150 kWh
B1-daya 2201-197ribu VA118 jam menyala94 jam menyala


Rumus insentif dan disinsentifnya sendiri menggunakan formula sebagai berikut.
Formula Insentif
Ins = 20% x kWhins x He

Formula Disinsentif
Dis = 1,6* X kWhdis x He

Keterangan:
*Penalti 1,6 untuk di atas 6.600 VA
0,8 untuk 2.200 VA - 6.600 VA
0,35 untuk 1300 VA
0,3 untuk 450 VA - 900 VA

kWhins = (kWhRN - kWhPP)
kWhdis = (kWhPP - 80% kWhRN)
kWhRN: kWh pemakaian rata-rata nasional
kWhPP: kWh pemakaian pelanggan
He: harga tertinggi tarif pada golongan pelanggan


Mengingat "kecilnya" angka rata-rata pemakaian nasional pada setiap golongan, bisa dipastikan pelanggan di kota-kota besar yang selama ini terbiasa menggunakan listrik lebih besar dibandingkan pelanggan di kota kecil atau di pedesaan yang paling terimbas dari peraturan baru ini. Maka, yang diperlukan sesungguhnya adalah menyiasatinya supaya dapat keluar dari "jebakan" baru, yang sebenarnya lebih tepat dikatakan "kenaikan tarif listrik" ini.

sumber: tabloid Rumah VI/132

TIPS: Menyiasati Disentif/Insentif Tarif Listrik

  • Anda seharusnya mengetahui berapa pemakaian listrik Anda setiap bulan supaya bisa mengalkulasi secara cermat, apakah Anda kemungkinan akan mendapatkan insentif atau disinsentif.
  • Bila hasilnya Anda berpeluang lebih besar mendapatkan disinsentif, "cara mengakalinya" adalah dengan menaikkan daya terpasang pada rumah Anda sampai batas di mana pemakaian setiap bulan lebih rendah daripada batas maksimum yang ditetapkan.
  • Menaikkan daya sampai batas tersebut memang memerlukan biaya, tetapi biaya kenaikan daya itu akan impas dalam hitungan bulan dibandingkan bilamana Anda tetap bertahan dengan daya yang lama dan harus membayar disinsentif setiap bulannya. Itu dengan asumsi, aturan ini akan berlaku dalam kurun waktu yang panjang.
sumber: Tabloid Rumah VI/132

Hemat Pengeluaran Rutin Rumah Tangga

Duh, hari gini... rasanya kalo nggak pandai-pandai berhemat, alamat akhir bulan cuma bisa gigit jari sambil nunggu tanggal gajian selanjutnya.

Ini ada beberapa hal yang bisa dicoba untuk memulai penghematan.

Menggunakan LAMPU FLUORESCENTS
Coba teliti saat membeli. HANYA membeli lampu fluorescents dengan temperatur Kelvin antara 2600 hingga 3000.

Harga lampu fluorescents berkualitas, kadang membuat kita mundur saat berjalan menuju kasir :-) JANGAN!! Percaya dech, penggunaan lampu ini akan menghemat penggunaan listrik. Keunggulan lain, lampu ini juga tahan 10x lebih lama dibanding lampu biasa.

Vampir PENGHISAP LISTRIK
Alat-alat listrik yang menggunakan jam atau remote control, termasuk juga charger tetap mengkonsumsi listrik saat tidak digunakan. 40% penggunaan listrik rumah tangga adalah dari alat listrik yang sedang tidak digunakan.

Cara paling mudah untuk menghentikan vampir penghisap listrik ini, CABUT steker dari stop kontaknya.

NAIKKAN TEMPERATUR
Iklim negara kita yang tropis membuat penggunaan AC menjadi sahabat sehari-hari. Perlu diingat temperatur yang nyaman untuk tubuh adalah sekitar 22-25oCelcius.

Atur temperatur AC ruangan pada angka tersebut. Selalu gunakan timer, dan matikan AC jika Anda meninggalkan ruangan. JANGAN LUPA untuk memilih AC yang sesuai dengan ukuran ruangan.

ATUR JUMLAH CUCIAN ANDA
Jika keluarga Anda tergolong keluarga kecil, dan Anda mencuci menggunakan mesin cuci. Selalu gunakan mesin cuci dengan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Atur jumlah cucian, agar penggunaan listrik dan air dapat digunakan secara maksimal.

GUNAKAN SHOWER HEAD
Kebiasaan di Indonesia, banyak keluarga yang menyediakan gayung di kamar mandi. Saat mandi menggunakan gayung, Anda menghabiskan air minimal 3x lipat lebih banyak dibandingkan Anda menggunakan shower head.

Investasikan sedikit uang Anda pada shower head, dan dalam beberapa bulan dia akan membayar dirinya sendiri.

GANTI KERAN/PIPA BOCOR
Perhatikan kebocoran air di rumah Anda. Kebocoran kecil saja dapat meningkatkan penggunaan air Anda hingga 3x lipat dalam satu hari.

Anda punya ide lain untuk menghemat tagihan Listrik dan Air bulanan? Silahkan kirim e-mail anda ke dea@keuangankeluarga.com

Tabungan atau Asuransi Pendidikan

Produk-produk investasi kian beragam. Nah, untuk si kecil Anda, banyak program yang bisa diambil untuk jaminan masa depannya. Pilih mana antara asuransi pendidikan atau tabungan pendidikan?

Berikut pertanyaan seputar masalah tersebut:
Saya berencana bulan Januari 2008 nanti mendaftarkan anak saya yang genap berusia 2 tahun ke salah satu produk tabungan pendidikan. Namun saya belum terlalu paham bagaimana seluk beluk mengenai tabungan pendidikan itu. Dan juga saya masih bingung antara memilih produk tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan. Yang ingin saya
tanyakan adalah :

1. Produk mana yang sebaiknya saya pilih antara asuransi pendidikan atau tabungan pendidikan. Apa kelebihan dari masing-masing produk tersebut?

2. Jika saya menyetorkan dana sebesar Rp 200.000 per bulan, bagaimanakah hitung-hitungannya nanti dari masing-masing produk selama masa kepesertaan?

Demikian pertanyaan saya, terima kasih atas jawabannya.

Jawaban :

Bapak/Ibu di tempat, baik tabungan pendidikan maupun asuransi pendidikan keduanya dapat dipakai untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Kita menguraikannya satu persatu.

Tabungan pendidikan umumnya dijual oleh pihak bank, dengan backup oleh perusahaan asuransi jiwa. Jadi kita dapat datang ke bank yang menjual tabungan pendidikan ini, dan kita menentukan berapa besar target kita dan berapa lama target itu akan dicapai. Lalu pihak bank akan menentukan berapa besar setoran bulanan yang harus dilakukan dengan menyertakan tingkat bunga yang diberikan selama masa kontrak.

Umumnya tabungan pendidikan ini dilengkapi dengan asuransi jiwa atau asuransi lainnya. Jadi saat orangtua yang menyetor setiap bulan mengalami musibah, misalnya meninggal dunia, maka pihak asuransi jiwa akan menggantikannya sebagai pihak penyetor. Jadi target dana pendidikan yang ditetapkan oleh orangtua tetap dapat dinikmati oleh anak.

Sedangkan asuransi pendidikan umumnya dibeli melalui perusahaan asuransi yang ditawarkan oleh para agennya. Nasabah akan menentukan berapa besar uang pertanggungannya setelah melihat manfaat asuransi yang akan dibayarkan. Dan perusahaan asuransi menentukan berapa besar premi yang harus dibayar secara sekaligus atau secara reguler, bisa tahunan, bisa enambulanan, tiga bulanan bahkan bulanan.

Manfaat asuransi yang ditawarkan umumnya prosentase tertentu dari Uang Pertanggungan dan dibayarkan saat anak mau masuk ke tingkat SD, SMP, SMA maupun perguruan tinggi. Dan manfaat tersebut akan tetap dibayarkan meskipun orangtua sebagai pembayar preminya mengalami musibah, misalnya meninggal dunia.

Baik tabungan pendidikan maupun asuransi pendidikan keduanya dapat digunakan sebagai alternatif untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Tabungan pendidikan hanya mempersiapkan di satu titik saja, misalnya untuk masuk SD saja, atau SMP saja.

Jika ingin lengkap seperti asuransi pendidikan, maka kita harus membeli 4 produk tabungan pendidikan ini, dengan target dana dan masa pencapaian yang berbeda. Tetapi justru di sinilah letak fleksibilitas dari tabungan pendidikan. Saat ini tingkat bunga dari tabungan pendidikan mengacu pada deposito atau sedikit di atas deposito yang dijualnya, sedangkan tingkat bunga asuransi pendidikan lebih konservatif.

Ada satu pilihan yang disarankan dengan memecah manfaat asuransi dan pemupukan dananya. Misalnya kita membeli asuransi jiwa berjangka dengan Uang Pertanggungan sesuai target dana pendidikan dan waktu pencapaian yang ditetapkan. Kemudian secara rutin, Bapak menyetorkan sejumlah dana tertentu ke investasi yang diinginkan, misalnya ke reksadana.

Kita juga dapat memilih instrumen investasi yang memiliki tingkat pengembalian yang tinggi dan tentunya risiko tinggi pula. Jadi dengan metode ini, Bapak dapat memperoleh Uang Pertanggungan asuransi yang tinggi dan hasil investasi yang optimal. Kuncinya hanya satu yaitu disiplin.

Selamat mempersiapkan dana pendidikan anak.
Joannes Widjajanto-Shildt Financial Planning
diambil dari detikFinance

Merencanakan Keuangan Keluarga untuk tahun 2008

Mumpung semangat tahun baru masih terasa... Yuk, kita mulai dengan melakukan perencanaan keuangan yang lebih baik untuk tahun 2008 ini.

Sebelumnya, SELAMAT TAHUN BARU everyone:-)

Merencanakan keuangan untuk satu tahun ke depan, bisa jadi merupakan hal yang sangat sulit, sekaligus menantang. Hmm, terlebih bagi orang-orang seperti saya:-) always play it by ears, dear... Well, tahun ini... iALLAH semuanya harus lebih baik ya...

Bersedia... Siap... Yuk!!!

Pertama
Evaluasi keuangan Anda setahun ke belakang. Lihat kondisi keuangan Anda, bagaimana Anda menghabiskan uang Anda, mana yang terencana, mana yang 'by accident'. Lihat apa kelemahan utama Anda tahun lalu, ELIMINASI!!! Lakukan perencanaan yang lebih baik tahun ini.

Kedua
Buat asumsi yang masuk akal tentang bagaimana Anda akan membelanjakan uang Anda. Kita gak pernah tahu apa yang akan terjadi di depan, tapi... sejarah (seperti halnya fashion) dapat berulang jika kita tidak belajar dari pengalaman tahun lalu. Belajar dari pengalaman orang lain.

Lakukan perencanaan terhadap kemungkinan yang ada. Selalu lakukan perencanaan!!!

Ketiga
Tulis semua sumber pendapatan Anda. Jumlah yang Anda tuliskan haruslah NILAI NYATA.

Keempat
Catat semua pengeluaran 'tak terduga'.
Biaya mudik lebaran atau biaya yang Anda keluarkan untuk membeli hadiah natal bagi orang-orang terdekat. Rencanakan semua, agar Anda tidak terlalu stress saat menghadapinya.

Masukan pengeluaran tersebut dalam perencanaan Anda, dan sisihkan sebagian uang Anda untuk mencicilnya.

Kelima
Hitung pengeluaran rutin bulanan Anda. Biaya telpon, listrik, air, belanja bulanan, transportasi, cicilan mobil, rumah. Catat semuanya. Dengan demikian, Anda akan melihat dengan jelas kemana perginya uang Anda.

Keenam
Mulailah menggali potensi diri. Cari penghasilan tambahan yang dapat membantu keuangan Anda.

Nah, segera lakukan langkah satu hingga lima. iALLAH Anda akan sedikit terbebas dari stress:-)

Dan mulailah mencari kemungkinan mendapatkan penghasilan tambahan, banyak sekali alternatif-nya. Mulai dari mengerjakan hobi yang menguntungkan (menulis, membuat aksesories, utak-utik elektronik), menjadi reseller produk, membuka toko online, menjadi distributor produk mul.ti level mar.keting. Banyak sekali kemungkinan mendapatkan penghasilan tambahan, semua bergantung Anda.

Tips Hemat BBM

Buat yang mempunyai kendaraan bermotor, khususnya mobil, tentunya seringkali kebat-kebit dengan fluktuasi harga BBM di pasar. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untung menghemat penggunaan BBM.

  1. Cek kondisi mobil secara teratur, termasuk di dalamnya ganti oli dan tune-up.

  2. Periksa ban. Selalu periksa tekanan dalam ban. Ban yang kempes (baca: kurang angin red) dapat meningkatkan penggunaan bahan baka hingga 0.4 persen

  3. Gunakan oli yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan.

  4. Jangan nyalakan mesin mobil terlalu lama, jika tidak digunakan. Duduk terlalu lama dalam mobil yang menyala, hanya buang-buang bahan bakar.

  5. Mengemudi dengan baik. Ngebut-rem a la sopir metromini hanya akan memperboros penggunaan BBM, selain meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Mengemudi dengan meningkatkan kecepatan secara perlahan, akan membuat mesin kendaraan bekerja lebih efisien.

  6. Jangan ngebut. Lebih aman dan hemat BMM.

  7. Diet:-) dan hindari membawa barang di atap kendaraan. Kelebihan berat, akan lebih berdampak pada kendaraan-kendaraan kecil.


Disadur dari artikel Yahoo!Biz dan saft7 [dot] com

Punya ide lain?? Mari berbagi, kirimkan e-mail anda ke dea [at] keuangankeluarga [dot] com

Mengenalkan konsep uang pada anak

Umur berapa anak boleh menerima uang saku?
Sebagian besar mungkin menjawab setelah anak dapat memahami nilai uang, sebagian lagi bahkan memberikan uang saku sejak anak berusia 3tahun.

Di tulisan ini, kita tidak akan memperdebatkan hal tersebut. Namun, pada artikel ini terdapat beberapa rambu yang harus menjadi perhatian.
1. Tetapkan jumlah uang saku yang diterima anak, berikut periode pemberiannya (harian, mingguan, atau sesuai kesepakatan Anda)
2. Ingat konsekuensi akan kehabisan uang, dan manfaat menabung.
3. Jelas dengan baik mengapa kakak menerima uang saku lebih banyak dari sang adik.

JANGAN PERNAH!!!
1. Memberikan uang sebagai iming-iming agar anak mau melakukan kewajibannya, seperti belajar atau membereskan tempat tidur.
2. Memberikan uang sebagai imbalan berbuat baik.
3. Memberikan uang sebagai pengganti rasa bersalah Anda tidak menepati janji menemani mereka jalan-jalan.

Pada anak yang lebih besar, Anda bisa mulai mengenalkan konsep uang secara lebih detil. Mulai dari manfaat menabung untuk jangka panjang, atau sekedar mengajarkan pada anak bahwa ada rekening listrik atau air yang harus dibayar.

Berapapun uang saku yang Anda berikan pada anak, jangan alpa memantau bagaimana cara mereka menghabiskannya.

ditulis ulang dari artikel berjudul sama tabloid Aura 33/IX

Yuk, Atur Ulang Cash Flow Rumah Tangga

Punya resolusi setelah Idul Fitri?

banyak-nya pengeluaran saat menjelang lebaran, membuat kita deg-degan menunggu pay day berikutnya:-)

Anda mungkin tidak, tapi... mungkin rekan kerja di samping Anda butuh resolusi keuangan anyar. Gak ada salah berbagi artikel ini dengan mereka.

Sebelum memulai, mari kita siapkan selembar kertas dan pena.

Siap...!!!
Mari kita mulai bersama.

Pertama
Tuliskan dengan jelas berapa banyak jumlah pemasukan Anda (dan pasangan) dalam satu bulan.
Ingat!!! Jumlah yang dituliskan adalah jumlah yang masuk ke rekening Anda.
1. Gaji Anda
2. Gaji Pasangan
3. Pemasukan lain-lain (hasil bisnis, bonus, dll)

Kedua
Rinci pengeluaran Anda. Bagi antara pengeluaran tetap dengan pengeluaran tidak tetap.
Contoh pengeluaran TETAP
1. Cicilan/Sewa rumah
2. Listrik
3. PAM
4. Telpon
5. Internet
6. Gaji asisten/baby sitter
7. Belanja bulanan

Contoh pengeluaran TIDAK TETAP
1. Makan di restoran
2. beli baju, parfum
3. rekreasi (nonton di bioskop)

Pecah rincian pengeluaran yang Anda buat menjadi bagian yang spesifik.
Misalkan menjadi
Perumahan (sewa rumah, gaji asisten)
Fasilitas rumah (listrik, air, telpon, internet, gas, dll)
Makanan (belanja harian, makan di resto, snack, minuman ringan dll)
Transportasi (bensin, tol, taxi, dll)
Kesehatan
Penampilan (beli baju, sepatu, salon, termasuk di dalamnya biaa dry-cleaning)
Hiburan
Tabungan (dana pensiun, asuransi pendidikan dll) Note: Pastikan Anda menabung di awal Anda menerima gaji
Cicilan (kartu kredit, kredit mobil, dll)

Sudah mulai pusing? Jangan dulu:-)
Anda sudah selangkah lebih maju, menuju kehidupan yang lebih baik.

Isi tabel yang telah Anda buat.
Jangan lupa isi sesuai kebutuhannya. TETAP atau TIDAK TETAP.

Saat paling penting dalam hidup Anda baru saja dimulai, hehehe...
Perhatikan baik-baik setiap pengeluaran Anda.
Setiap rupiah yang Anda hemat, artinya rupiah tambahan untuk kebutuhan penting lain.

Misalkan, Anda terbiasa membeli tissue lembut dengan merk tertentu. Pertimbangkan untuk membeli tissue merk lain dengan harga lebih murah.

Terbiasa berangkat ke kantor sendirian? Coba ajak beberapa kawan yang searah, Anda bisa mendapatkan pemasukan tambahan:-)

Jumlahkan pengeluaran Anda. Bandingkan dengan pemasukan Anda.
Mulai kurangi jumlah yang berada pada kolom TIDAK TETAP.
Atur pengeluaran pada kolom TETAP, hemat pada beberapa pos.

Merinci pengeluaran bisa jadi membuat Anda hopeless, tapi... melakukannya membuat pikiran Anda terbuka.

Selamat membuat resolusi baru. Dan sukses untuk Anda & keluarga!!

Asuransi dan Investasi

Perencana Keuangan seperti Pak Safir Senduk, bahkan Penulis/Pembicara terkemuka seperti TDW, Michael LeBoeuf, Ph.D dalam bukunya "the Millionaire in You" menegaskan bahwa:

Jangan campur adukkan asuransi dan investasi, maksudnya:
1. Belilah asuransi untuk proteksi dan perlindungan untuk memberikan jaminan keuangan
dari berbagai musibah, termasuk sakit dan kematian.
2. Ber-investasi-lah di Perusahaan Investasi.

Ada beberapa hal dasar penyampaian 2 hal tsb. di atas:
1. Ber-investasi sendiri akan memberikan RETURN yang lebih besar dan SEGERA
2. Ber-investasi sendiri memberikan akses yang lebih luas kepada kita untuk
mengatur port-folio dan memindah2kan
3. Ber-investasi sendiri tidak dikenakan biaya yang besar

Ber-investasi di Perusahaan Asuransi dengan membeli UNIT-LINK ada beberapa kekurangan:
1. Dana Anda baru akan mencapai Break Even Point pada tahun ke 4, ada yang tahun ke 5 atau 6
Jadi akan mengalami kerugian bila mencairkannya sebelum tahun ke 4.

Mengapa??? Karena Perusahaan Asuransi membayar biaya komisi agen yang besar, biaya iklan Agen di Surat Kabar yang sangat besar, dan biaya Jalan2 ke Luar Negri

2. Akses Anda kepada investasi tidak se-leluasa Anda ber-investasi sendiri

Investasi di Asuransi memiliki kelebihan sbb.:
1. Anda yang repot dan tidak punya waktu, maka instrumen ini cocok
2. Anda yang tidak disiplin dan tidak mampu mengendalikan diri, instrumen ini pas
3. Anda yang awam dan tidak mau belajar bagaimana ber-investasi sendiri, instrumen ini OK

Sekali lagi kami sampaikan tanpa memiliki kepentingan apapun dibalik tulisan kami, maka kami sarankan kepada Anda untuk memisahkan ke 2 (dua) unsur ini.

Asuransi harus dibeli untuk "Financial Security & Peace of Mind"
Investasi harus ditata untuk "Financial Independent & Happy Life"

Demikian dan semoga bermanfaat.

Freddy Pieloor, Praktisi & Konsultan Asuransi & Perencana Keuangan

SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG

ANAK MUDA
SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya terlalu muda untuk memikirkan mengenai tabungan. Saya baru mulai dalam kehidupan dan saya juga tidak mempunyai sesuatu untuk ditabung. Saya terlalu sibuk untuk bermain. Suatu hari kelak saya akan menabung

ANAK REMAJA
SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya masih muda dan masih sekolah. Saya tidak dapat menabung sementara uang saku saya masih pas-pasan. Disamping itu, ada hal lebih baik yang dapat saya lakukan dengan uang saya. Jika saya lulus sekolah dan mulai mempunyai penghasilan, maka saya akan menabung

DUA PULUHAN
SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya baru saja mulai bekerja. Saya harus membayar kembali pinjaman sekolah dan ada pinjaman untuk mobil juga. Saya belum siap membuat komitmen sekarang dan saya ingin bersenang-senang sementara saya dapat. Akan ada waktu kelak untuk memikirkan mengenai tabungan, pada waktu itu saya akan menabung.

TIGA PULUHAN
SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya mempunyai keluarga dan pertanggungan. Biayanya mahal untuk mendidik anak-anak dan ada hipotek atas rumah juga. Seluruh penghasilan saya habis untuk segala keperluan kehidupan. Ketika saya menghasilkan lebih banyak dan anak-anak lebih tua, maka saya akan menabung.

EMPAT PULUHAN
SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Anak-anak saya di universitas dan biaya-biayanya memuncak. Kemudian, ada pernikahan. Saya ingin membantu anak-anak memulai kehidupan mereka. Biaya pengeluaran sedang tinggi-tingginya.dan sekarang waktu yang sulit untuk menabung, tetapi situasi akan segera membaik. Pada waktu itu saya akan menabung.

LIMA PULUHAN
SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Hal-hal ternyata tidak berjalan seperti saya perkirakan semula. Tidaklah mudah jika anda terkunci dan tidak ada kesempatan untuk naik pada tangga karier. Saya tidak dapat meninggalkan semuanya dan memulai sebuah karier baru. Saya membantu orangtua saya juga, sekarang ketika mereka memerlukan bantuan. Penghasilan saya hampir saja tidak cukup. Sesuatu akan membuka dan pada waktu itu saya akan menabung.

ENAM PULUHAN
SAYA TIDAK BISA MENABUNG SEKARANG. Tadinya saya kira kehidupan akan lebih baik. Saya ingin mengambil pensiun lebih awal tetapi saya tidak dapat melakukannya. Saya mencoba membayar sisa-sisa hipotek dan ada tagihan lain yang harus ditangani, dan mereka bertmpuk-tumpuk. Memikirkan cucu-cucu dan hal-hal lain menghabiskan segala sesuatu yang saya miliki. Saya rasa memang hidup demikian. Seandainya saya dapat menabung

TUJUH PULUHAN
SAYA TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG. Saya terlalu tua untuk menabung. Cek social security saya dan pensiun saya tidak mencukupi. Tagihan biaya pengobatan dan perawatan jangka panjang benar-benar mencemaskan saya. Saya tidak suka menjadi beban bagi anak-anak saya. Seandainya saya telah menabung ketika seharusnya saya melakukannya. Sekarang sudah terlambat.

SAYA BENAR-BENAR TIDAK DAPAT MENABUNG SEKARANG

Tips Melakukan Perencanaan Keuangan Keluarga

Melakukan perencanaan keuangan adalah hal PENTING yang selalu ditunda pelaksanaannya:-) Dalam pelaksanaannyapun, rencana keuangan yang telah disusun sangaaat berat untuk dilaksanakan. Kenapa? Semuanya adalah masalah DISIPLIN!!! Tahan godaan untuk tidak melirik tulisan SALE sepatu designer atau tas dengan merk kenamaan.

Bagaimanapun juga, merencanakan keuangan adalah hal yang HARUS dilakukan, karena suatu hari kita pasti pensiun suatu hari, atau tetap keuangan keluarga tetap stabil jika ada kecelakaan, atau kehilangan pekerjaan tetap. Perencanaan keuangan yang baik akan membantu Anda tetap bahagia dan cukup istirahat saat tua nanti:-)

Beberapa tips berikut akan membantu Anda mulai merencanakan keuangan keluarga. Menjadikan rencana keuangan keluarga sebagai bagian dari rutinitas bukanlah hal yang terlalu sulit. Tapi mulai melakukan perencanaan adalah hal tersulit. Tips di bawah ini akan memotivasi Anda merencanakan keuangan keluarga.

Tips #1 Bayar Tagihan/Cicilan
Tantangan utama rencana keuangan keluarga adalah cicilan, terutama cicilan kartu kredit. Tagihan-tagihan kartu kredit awalnya sedikit, namun menjadi besar hanya karena Anda lupa membayar tagihannya. Perencanaan keuangan artinya Anda membuat rencana dan membayar tagihan adalah gol pertama Anda.

Tips #2 Lakukan Investasi
Tips lain adalah segera lakukan investasi. Perencanaan keuangan keluarga berarti Anda menyisihkan sebagian penghasilan Anda. Investasikan uang Anda di saham, reksadana, properti, deposito, atau gabungan di antaranya. Menginvestasikan sebagian penghasilan Anda pada tempat yang tepat akan mengembangkan uang Anda.

Tips #3 Jangan Besar Pasak daripada Tiang
Pengeluaran Anda TIDAK BOLEH lebih besar daripada penghasilan. Ini adalah hal yang paling sulit dimengerti, bahkan kadang orang menutup mata akan hal ini. Yang harus diingat rencana keuangan yang telah Anda susun jangan kalah dengan napsu konsumerisme. Ingat, mengatur pengeluaran agar lebih kecil dari pendapatan adalah bagian dari perencanaan keuangan keluarga.

Tips #4 Budget
Selalu tuliskan budget Anda. Membuat budget adalah bagian terpenting dari perencanaan keuangan keluarga. Dengan menulis dan melaksanakan budget yang telah disusun akan membuat menabung menjadi tidak terlalu sulit.

Selamat menyusun rencana keuangan Anda!

Mengatur pengeluaran untuk Perawatan Tubuh

Setelah menikah, seringkali seorang wanita mengindahkan kebutuhannya akan merawat tubuh (apalagi yang sebelum menikah termasuk golongan yang kurang telaten merawat diri). Padahal perawatan diri, bagi seorang wanita itu sangat penting. Jangan katakan Anda tidak punya waktu atau anggaran:-)

Aturlah pengeluaran Anda, agar dapat memenuhi kebutuhan perawatan diri. Cari tips dan trik yang murah untuk merawat diri. Merawat diri (baca: sesekali memanjakan diri) merupakan stress relieving activity.

Pengeluaran seputar kebutuhan perawatan tubuh dapat dibagi menjadi:
  1. Produk perawatan diri

    • Perawatan wajah

    • Perawatan rambut

    • Perawatan tubuh

  2. Produk penampilan


PRODUK PERAWATAN
Untuk mengatur pengeluaran, sebaiknya Anda membuat anggaran yang akan keluarkan. Buat list terperinci seputar produk perawatan yang Anda gunakan. Misalnya: Susu pembersih dan penyegar wajah. Jika Anda membersihkan wajah, dua kali sehari, mungkin Anda akan menghabiskan 1botol sebulan. Demikian halnya dengan sabun mandi, setiap bulannya mungkin Anda akan membeli sabun mandi karena pemakaiannya yang rutin setiap hari.

Buat daftar produk yang Anda gunakan selengkap-lengkapnya, sehingga Anda memiliki gambaran, berapa yang Anda habiskan untuk produk perawatan diri selama sebulan.

PRODUK PENAMPILAN
Hampir setiap hari, kita dibanjiri informasi mengenai produk-produk yang meng-klaim dapat mempercantik Anda. Bukan sekali-dua, Andapun tergiur untuk mencoba produk tersebut. Hal inilah yang seringkali menyebabkan pengeluaran Anda membengkak. Seringkali wanita mudah tergiur rayuan iklan ataupun pramuniaga yang sedang menjajakan produknya.
Yang paling penting
1. Anda harus dapat menentukan berapa besar anggaran bulanan untuk perawatan dan penampilan. Apakah 20%, 30% atau 40%, semuanya tergantung Anda.
2. Ingat, hanya beli produk yang Anda butuhkan. Baik itu lipstick, eye liner, ataupun foundation.
3. Disiplinkan diri Anda. Jangan mudah tergiur rayuan iklan.

MEMBUAT ANGGARAN
Untuk memudahkan pengaturan anggaran, buat list produk yang Anda gunakan.
Perawatan wajah:
Susu pembersih
Toner penyegar
Pelembab
Krim malam
Krim mata
Scrub
Masker wajah

Perawatan rambut:
Shampoo dan conditioner
Masker rambut
Hair Tonic/Vitamin rambut

Perawatan tubuh
Sabun mandi
Lulur
Hand & Body Lotion
Cologne

Produk penampilan
Alas bedak
Bedak
Lip liner
Lipstick (buat daftar warna yang telah Anda miliki dan Anda butuhkan)
Pensil Alis
Pemulas pipi
Maskara
Minyak wangi
Hair gel
Styling Mouse
Hair Spray

Kemudian tandai produk mana yang Anda gunakan tiap hari, atau hanya pada kesempatan tertentu. Selalu juga perhatikan masa pakai tiap produk, jangan membeli terlalu banyak produk yang masa pakainya singkat. Misalnya, Maskara lama masa pakainya hanya 6bulan setelah pertama kali digunakan.

Lihat artikel: Cara cerdik belanja Kosmetik

Hemat Biaya Belanja Rumah Tangga

Siapapun Manager keuangan di rumah, beberapa tips ini akan membantu Anda menghemat uang belanja. Tulisan ini merupakan satu rangkaian dengan tulisan sebelumnya.

  1. Belanja sendiri. Belanja dengan banyak orang hanya akan membuat struk belanja Anda semakin panjang. Aturan utama: selalu berpatokan pada list yang telah Anda buat sebelumnya.

  2. Untuk barang-barang yang dipakai oleh seluruh keluarga, selalu beli ukuran besar. Selain menghemat uang belanja, sampah yang dihasilkanpun lebih sedikit.

  3. Beli semua jenis bumbu dan rempah dalam jumlah kecil. Bumbu dan rempah yang disimpan dalam waktu lama akan kehilangan cita rasanya.

  4. Rajin observasi, pasar swalayan mana yang sedang melakukan promo. Tiap pasar swalayan memiliki standar harga dan program yang berbeda. Pilih yang paling menguntungkan untuk Anda.

  5. Jika membeli hasil bumi yang sudah dikemas dalam kantong plastik, contohnya apel, jerk atau kentang, timbang-timbang dengan menggunakan tangan Anda. Pilih yang paling berat:-)

  6. Belanja dengan memikirkan bahan yang tersisa (Ini merupakan bagian dari perencanaan)

  7. Manfaatkan waktu diskon yang diadakan oleh toko atau pasar swalayan. Beli produk yang sedang didiskon. Jangan lupa, manfaatkan juga diskon yang sering diadakan oleh bank-bank yang mengeluarka kartu kredit (tapi jangan lupa bayar. hehehe...)

  8. Beli buah dan sayuran yang sedang musim. Harganya akan lebih murah dibandingkan dengan yang tidak sedang musim.

  9. Jangan buang guntingyang sudah tumpul. Tajamkan dengan mengguntingannya beberapa kali pada sandpaper (amplas)

  10. Gunakan t-shirt butut Anda sebagai lap. Rapikan dengan mengguntingnya.

  11. Cuci pakaian yang terkena minyak dengan menggunakan cairan pencuci piring.

  12. Selalu sediakan kain di dapur, untuk menghemat penggunaan tissue.

Artikel ini disarikan dari berbagai sumber: pengalaman pribadi, artikel di tabloid, majalah ataupun surat kabar.

APARTEMEN: Investasi atau Liabilitas?

Beberapa saat yang lalu di sebuah milis ibu-ibu berlangsung diskusi mengenai pros and cons-nya membeli apartemen dibandingkan membeli rumah.

Berikut ini adalah beberapa poin yang bisa saya simpulkan:
  1. Harga sewa apartemen jelas jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga sewa rumah

  2. Peningkatan nilai, rumah lebih tinggi dibandingkan dengan apartemen

  3. Umur bangunan. Lebih lama rumah, dibandingkan dengan apartemen.
    Sebagai ilustrasi: Apartemen yang berumur di atas 15tahun lebih disarankan untuk dijual. Sedangkan rumah, dengan kondisi bangunan yang baik bisa sampai 30-40tahun dengan renovasi tidak menyeluruh. Atau jika kondisi bangunan sudah rusak parah, bisa dibangun ulang atau dijual dengan harga tanah yang juga punya peningkatan nilai.

  4. Maintenance cost apartement jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rumah (jika dalam kondisi tidak berpenghuni)

  5. Lokasi dan fasilitas apartement jauh lebih baik dibandingkan dengan rumah pada umumnya.

  6. Dikatakan bahwa investasi apartemen bukan untuk long term (paling baik sekitar 10tahun)

  7. Jika terjadi huru-hara atau kondisi force-majeure yang mengakibatkan kerusakan bangunan, investasi kita hilang dibutuhkan pengamanan berupa asuransi. Sedangkan, rumah, at least kita masih punya lokasi :-)

Apartemen sebagai investasi atau liabilitas?
Keputusan ada di tangan Anda!!!