MEMPERSIAPKAN HARI TUA

Iiihhh...ngapain sih repot-repot nyiapin hari tua..gue kan masih muda booo.....

Kebanyakan orang berfikir begitu, saat ditanya, apakah anda sudah mempersiapkan hari tua anda?

Apa yang salah dengan nabung buat masa tua? Ato..mungkin pertanyaannya bisa dimodif.... apa benar kalo dari sekarang kita harus menabung buat hari tua?

Yaaa.... coba dipikir....emang kalo tua, duit kita DIJAMIN tambah banyak? hehehe.... Gak juga lah... mungkin malah tambah sedikit.... secara kita kan udah pensiun.... pasti pemasukan gak ada....malah mungkin pengeluaran tambah banyak.... mungkin untuk bolak-balik ke dokter (hehehe..amit-amit), mungkin untuk jajan cucu... dan PASTI... harga2 melambung karena pengaruh inflasi...

Lah, terus... mesti gimana dong menyiapkan dananya? Niih..ada tips nya...

1. Pilih isntrumen yang minim biaya...misalnya aja.. DPLK (Dana Pensiun lembaga Keuangan). Kalau ikutan DPLK, fasilitas ada pengurangan pajak lhoo.... PPh 21 dan 25 (untuk perusahaan).

2. Pilih arahan investasi yang sesuai dengan karakter...Jadi kalau karakter kita gak berani yang 'nyerempet resiko', ya jangan pilih 'saham'. Tapi perlu saya tambahkan, se-konservatif nya kita, cobalah main di 'saham' walau hanya 5-10% dari total arahan investasi..karena sifat 'saham' adalah cocok untuk jangka panjang... karena return nya bisa melampaui inflasi, dan dengan fluktuasinya, pada saat kita pakai untuk jangka panjang, akan tidak terlalu terasa

3. Konsistenlah menyisihkan uang.... maksimal 20% dari income bulanan kita. Kalau tidak rutin, tentu hasilnya tidak akan terlalu bagus

4. Earlier is better...jelas waktu adalah sekutu kita. kalau kita mulai sekarang, dibanding memulai 10 tahun lagi, modal yang kita setorkan lebih sedikit, dengan hasil yang lebih banyak.....hmmmm....asiikkkk....


Oke... selamat menabung buat pensiun....!!

MEMILIH PRODUK ASURANSI YANG TEPAT DAN EKONOMIS

Hari gini masih bingung memilih asuransi apa yang tepat? Banyak pilihan? Bagaimana mengetahui kalau produk yang kita pilih itu sesuai dengan harapan kita? Jangan khawatir, ada beberapa langkah yang harus kita susun untuk menjatuhkan pilihan, yaitu:

1. Tentukan prioritas utama kenapa anda perlu polis asuransi. Apakah untuk proteksi keuangan keluarga, atau untuk hal lain seperti dana pendidikan, tabungan jangka panjang

2. Jika anda akan membuka polis untuk proteksi keuangan keluarga, coba hitung pengeluaran bulanan anda. Angka ideal untuk menentukan besarnya uang pertanggungan adalah 100 kali pengeluaran bulanan anda. Jadi, jika pengeluaran bulanan anda adalah 5 juta, maka uang pertanggungan yang ideal adalah 500 juta.

Lain halnya jika anda membuka polis untuk dana pendidikan. Tentu pertama cari tahu dulu, berapa rupiah dana yang harus anda keluarkan untuk bisa menyekolahkan anak anda di sekolah impian, dihitung juga berdasarkan inflasi. Lalu anda bisa tentukan, mau buka polis dengan uang pertanggungan berapa supaya angka terseut tercapai

3. Akhirnya semua lari ke bujet dan bujet.... jika anda tidak punya uang banyak untuk punya uang pertanggungan 500 juta, maka cari produk asuransi yang preminya murah tapi uang pertanggungan besar. Dari tulisan saya terdahulu, saya sudah mengupas jenis-jenis asuransi, dimana asuransi termurah adalah jenis term life, lalu disusul whole life. Jika anda tidak bisa beli polis jenis whole life dengan uang pertanggungan 500 juta, bisa saja anda turunkan uang pertanggungannya sesuai kantong, atau malah switch menjadi term life dengan uang pertanggungan yang sesuai niat awal, 500 juta

4. Faktor lain yang harus anda pertimbangkan dalam memilih produk asuransi, adalah karakter anda, dan time frame. Apakah anda seorang risk taker atau safe player? Kalau anda mau pakai uang tersebut, katakanlah untuk anak sekolah, kapan mau dipakai? Kalau masih jauh, misalnya 5 tahun ke atas, kombinasikan produk asuransi jenis endowment dengan berinvestasi yang sifatnya agresif, misalnya reksadana saham. Kita harapkan dengan mengkombinasikan produk asuransi dengan reksadana, maka dapat memperkecil modal dan mengoptimalkan hasil. Saya tidak merekomendasikan memakai produk unit link, kenapa? Salahsatu alasannya adalah karena biaya-biaya yang besar, sehingga hasilnya kurang bagus, baik dari sisi besarnya uang pertanggungan, maupun dari sisi hasil investasi.

Oke, selamat membuka polis...

Seminar Money Money Money

Beberapa minggu lalu, saya sempat didaulat untuk menjadi moderator seminar Keuangan yang diadakan oleh BOSS Family, organisasi induk jaringan bisnis online saya bernaung.

Mengelola keuangan sama hal-nya dengan bermimpi dalam bisnis. Karena kita harus tau TUJUAN kita berinvestasi/menabung itu apa?
Dengan memiliki tujuan yang jelas, iALLAH arah investasi menjadi lebih jelas.

Setelah tau tujuan berinvestasi, selanjut kita MELAKUKAN PENGECEKAN daftar kekayaan, asset, modal, hutang, pengeluaran, pemasukan... semua yang berkaitan dengan elemen keuangan.
Dua hal di atas sangat penting, agar kita tau kondisi keuangan kita.

Selanjutnya mempersiapkan DANA DARURAT
Besarannya tiap individu dan keluarga sangat bervariasi, tapi... patokannya kira-kira begini.

StatusPersiapan Dana Darurat
single2 x
Married with 1 child3 x
Married with 2 children4 x

Artinya Jika A seorang single, harus mempersiapkan dana darurat sebesar 2x pengeluaran bulanan.

Setelah Dana  Darurat telah dipersiapkan, selanjutnya baru kita bisa mulai menabung.

Menabung/Berinvestasi
Selalu persiapakan program proteksi. Miliki setidaknya 1buah polis Asuransi jiwa Murni (term life ataupun whole life, tergantung kondisi keuangan Anda)

Pilih instrumen investasi yang dapat mengalahkan laju inflasi, seperti reksadana, emas, dan property/tanah

Pilih instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan.

pembicara: Fauziah Arsiyanti, SE, MM, Dipl.FP