Asuransi sendiri dibagi dalam 2 jenis, yaitu asuransi tradisional dan non tradisional.
Asuransi tradisional.
Ciri khasnya adalah manfaatnya pasti. Misalkan untuk asuransi pendidikan, tahun ke-sekian nasabah akan mendapatkan uang sekian. Nominalnya sudah pasti, tidak akan ada perubahan lagi.
Asuransi non-tradisional,
yaitu asuransi yang dipadu dengan wadah investasi. Disebut juga unit link. Asuransi model begini, besar manfaatnya sangat tergantung pada kondisi investasi dan alokasi investasi yang kita pilih.
Cocok tidaknya seorang nasabah dengan produk yang ia gunakan sangat tergantung kejelian seorang agen asuransi. Seyogyanya, pada saat si agen menawarkan produknya, ia harus memahami kebutuhan si nasabah dan karakternya. Dari sekian banyak produk yang dimiliki perusahaan tempat si agen bekerja, ia tahu mana yang terbaik untuk nasabah, karena tidak semua orang cocok memakai produk yang sama. Amat disayangkan jika si agen hanya mengejar keuntungan jangka pendek saja (baca: komisi), karena kontrak asuransi adalah kontrak jangka panjang.
Di sini, nasabah juga perlu pandai memilah, apakah sebuah produk ini memang tepat untuknya, ataukah si agen hanya menjual janji surga, alias manfaat yang ditawarkan tidak sesuai dengan yang tercantum dalam polis.
Jika anda bingung, maka langkah yang harus anda lakukan adalah:
- mendengarkan dengan seksama penjelasan si agen saat presentasi proposal
- meminta agen agar dapat memberikan kopi contoh polis untuk produk tersebut, sehingga kita dapat cross-check, apakah manfaat yang dijelaskan sama seperti bunyi kontrak hukumnya
- mencari pembanding dari asuransi lain